Tentang Sanggar Pena Desa

Tentang Sanggar Pena Desa

Pena Desa yang diinisiasi sejumlah blogger dan jurnalis desa merupakan sebuah ruang sanggar belajar bersama tentang media dan budaya literasi. Disadari atau tidak masyarakat desa selama ini hanya berperan sebagai pengonsumsi informasi berupa berita, namun persoalan ini menimbulkan polemik. Perubahan perilaku sosial masyarakat desa yang kerap mengidentifikasi sebagai bagian dari masyarakat global ditunjukkan dalam eksistensi desa yang semakin memudar.

Berdasar persoalan tersebut, Sanggar Pena Desa menilai perlu menginisiasi ruang bagi kalangan muda desa untuk bergerak memulai “arus perubahan baru” dari desa. Gerakan ini, kami mulai dengan memperkenalkan budaya menulis. Mengapa menulis? Karena menulis adalah bagian dari dokumentasi peradaban yang tak lekang oleh zaman.

Pemberdayaan pemuda melalui media tulisan ini akan menjadi senjata untuk melawan hegemoni kekuatan media di arus elit yang semakin menggurita. Dus, pena desa diharapkan bisa membangun gerakan budaya yang kemudian bisa menjawab persoalan ekonomi di tingkatan desa.

Program Pena Desa kami utamakan melalui kegiatan menulis dan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa dalam wilayah praktiknya serta mengenalkan potensi desa. Fokus pelatihan penulisam dalam hal ini adalah pembelajaran penulisan media massa.

Sejatinya, pelatihan penulisan media massa merupakan pintu untuk menginformasikan desa kepada dunia, sekaligus juga untuk menjaring jurnalis desa yang menjadi avant garde dalam dinamika kehidupan desa dengan menegakkan prinsip pers sebagai “watch dog”.

Program penulisan media dalam Sanggar Belajar Pena Desa akan dilaksanakan dalam waktu tiga bulan. Dalam setiap bulan, akan dilakukan kegiatan tatap muka berupa pemberian materi pembelajaran mengenai penulisan media, yakni penulisan Hardnews, Features dan Artikel. Dalam setiap bulan, dijadwalkan pertemuan akan dilakukan dua kali di akhir pekan.

Tujuan kegiatan Pelatihan Penulisan Pena Desa

  1. Mengenalkan dunia jurnalisme kepada kelompok muda desa;
  2. Menjadi ruang belajar dalam kajian jurnalistik untuk masyarakat desa;
  3. Mencetak jurnalis muda dari kaum muda desa yang berpegang pada prinsip dan etika jurnalistik
  4. Peserta mampu menulis berbagai jenis berita yang nantinya akan menjadi media untuk mengenalkan atau membuka ruang pertukaran ide antarpegiat jurnalis desa.

Target dan kriteria peserta

Jumlah peserta yang ikut dari setiap desa saat ini maksimal mendelegasikan 2 orang pemuda/pemudi, berusia minimal 17 tahun dan maksimal 40 tahun. Setiap peserta diharapkan memiliki komitmen kuat untuk menularkan kegiatan menulis di lingkungan desanya.

Metode Pembelajaran

Dalam pelatihan penulisan ini, setiap peserta diwajibkan untuk mampu “merekam” dan mengamati lingkungan komunitasnya. Bahan hasil pengamatan dan merekam ini nantinya menjadi bahan tulisan dalam bentuk berita baik Hardnews, Feature dan artikel, yang dikumpulkan melalui surat elektronik sebelum masuk sesi Minggu I setiap bulannya.

Kemudian, metode pembelajaran akan menggunakan ruangan untuk pemberian materi tulisan secara teoritik dan luar ruangan dalam praktik penulisan. Pembelajaran dalam ruangan adalah metode yang dilakukan saat memberikan materi tertulis tentang penulisan yang akan dijelaskan oleh pemateri; dan juga pembentukan kelompok kecil.

Metode pembelajaran di luar ruangan dilakukan saat kegiatan praktik penulisan yang nantinya akan mengambil tempat di beberapa titik desa yang akan ditetapkan tim fasilitator.