Berangkat Dini Hari Demi Kursi Sekolah

Berangkat Dini Hari Demi Kursi Sekolah

AAN20130715003-e1373968479428

PURWOKERTO – Aspal masih basah sisa hujan semalam. Kabut tipis mengawang tersibak ayunan langkah bocah berseragam putih merah. Mereka bergegas menuju sekolah, mengawali hari usai liburan.

“Posisi menentukan prestasi,” ujar Windi Lisputriani, siswi kelas 6 SDN 1 Sawangan Kecamatan Ajibarang Banyumas, Senin (15/7).

Awal pekan ini, Windi dan teman-temannya harus kembali ke kelasnya usai liburan panjang. Bagi dia, posisi tempat duduk sangat menentukan prestasinya selama setahun ke depan. Ia pun rela berebut bangku demi mendapatkan kursi yang diinginkannya.

Tak tanggung-tanggung, Windi datang ke sekolah pada pukul 03.30 WIB. Usai sahur karena ia puasa, seragam yang sudah disiapkan malam harinya lekas dipakainya. Bersama teman-temannya, ia menuju sekolah meski pintu gerbang belum dibuka.

Windi dan teman-temannya tak sendirian. Banyak orang tua siswa bahkan sudah berada di ruang kelas untuk menandai di mana anaknya akan duduk. “Anak saya masih di rumah, saya datang duluan untuk mencari kursi,” kata Agus Susanto, orang tua murid.

Tak jarang, orang tua murid yang rumahnya jauh harus rela menginap di sekolah. Mereka tidur di kursi yang diperuntukan bagi anak mereka kelak.

Satam, 55 tahun, tukang kebun dan penjaga sekolah itu mengatakan, kebiasaan siswa dan orang tua murid itu sudah berlangsung sejak awal 1990-an. “Yang biasa rebutan orang tua siswa kelas satu yang baru masuk sekolah. Ini seperti sudah menjadi budaya kami,” katanya.

Ia menambahkan, banyak orang tua murid yang memintanya untuk membuka pagar sekolah pada malam hari. Selain itu, pintu kelas juga diminta untuk dibuka lebih pagi dibanding hari biasanya. Begitulah, cinta kepada anak kadang-kadang mengalahkan logika.

Sumber: http://ajikotapurwokerto.or.id/2013/07/16/berangkat-dini-hari-demi-kursi-sekolah/

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

18 − 17 =