Mendulang Rejeki Dari Jambu Biji

Mendulang Rejeki Dari Jambu Biji

jambu2

Purwokerto, Penadesa.or.id – Minat masyarakat untuk mengonsumsi jambu biji yang cukup tinggi, ternyata tidak berbanding lurus dengan banyaknya produksi buah tersebut. Hal ini membuat warga Desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng Banyumas, Tete Umron Halawa (46), menjadikannya sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

 Jambu biji dulu hanya menjadi buah yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat, namun kini buah itu sudah semakin jarang ditemui. Padahal masyarakat sudah sangat akrab dengan buah yang satu ini,” ujar Tete saat ditemui di Kebun Jambu Organik Bukit Indah yang dikelolanya, Minggu (20/10)..

Sejak tahun 2006, pria yang kini bermukim di Kebondalem Purwokerto, menyulap kebun yang tak terawat menjadi kebun jambu organik. Dari lahan seluas 1,5 hektare ini, ia menuturkan hanya butuh waktu setahun modalnya kembali.

Ia mencontohkan, untuk pembelian bibit dan perawatan satu pohon jambu dalam satu tahun membutuhkan modal sekitar Rp 70 ribu. “Dalam setahun, satu pohon saja sudah bisa menghasilkan sekitar 20 kilogram jambu, yang kita jual seharga Rp 6 ribu per kilogram. Belum lagu di bulan selanjutnya yang jumlahnya semakin bertambah banyak,” paparnya.

Tak hanya memberikan keuntungan finansial bagi Tete, kebun jambu organik ternyata memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dia menjelaskan, selama ini pupuk organik yang digunakannya berasal dari warga sekitar.

Penggunaan pupuk kandang untuk perawatan, kami beli dari masyarakat. Sehingga memberikan pemasukan rutin kepada beberapa peternak kambing yang ada di Desa Ketenger, Baturaden,” ucapnya.

Selain itu, Tete juga menjadikan perkebunan yang dikelolanya ini menjadi tempat rekreasi dan edukasi yang sering dikunjungi oleh banyak orang. “Setidaknya, ada empat hal yang bisa didapatkan dari kebun jambu ini, Ekonomi, Edukasi, Rekreasi, dan Juga Bisnis”, ungkap Tete.

Yudi Setiyadi

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nineteen − five =