Pengolahan Limbah Tahu Tak Maksimal, Kali Mangli Tercemar

Pengolahan Limbah Tahu Tak Maksimal, Kali Mangli Tercemar

Perajin Tahu

Kalisari, penadesa – Warga Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Banyumas Jawa Tengah keluhkan limbah pabrik tahu yang dibuang ke Kali Mangli.

Pencemaran limbah tahu yang tak diolah, menyebabkan air yang berada di sungai berwarna keputihan dan mengeluarkan bau tak sedap. “Kaline wis kotor, ora kaya ganu. (Kalinya sudah kotor, tidak seperti dulu),” kata Titin, salah satu warga pengguna kali, Kamis (17/10).

Dari data penelitian yang dilakukan mahasiswa Magister Sains Lingkungan Unsoed di tahun 2012, tercatat 312 unit usaha kecil menengah yang memroduksi tahu beroperasi di desa tersebut. Namun, tidak semuanya memanfaatkan limbah produksinya untuk diolah kembali menjadi biogas.
Padahal, Kementerian Negara Riset dan Teknologi telah mengembangkan proyek percontohan gas rumah kaca dengan memanfaatkan limbah cair industri tahu untuk diolah menjadi biogas. Proyek tersebut direalisasikan melalui pendirian Unit percontohaan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) cair industri tahu.

Hasil dari pengolahan limbah cair tersebut sebenarnya sudah dirasakan perajin tahu, seperti yang diungkapkan Gayoh (43). Keberadaan IPAL tersebut, diakuinya, mampu menghemat ongkos produksi. “Biogas membantu kami dalam mengurangi biaya untuk membeli tabung gas,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalisari, H Bowo berharap keberadaan unit percontohaan IPAL cair industri tahu dapat memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan industri tahu di wilayahnya.

“Saat ini, dari proyek IPAL sudah 42 rumah tangga yang telah memanfaatkan biogasnya. Nantinya, kita berharap lebih banyak yang dapat memanfaatkanya dan tentunya dengan penambahan jumlah lokasi IPAL,” tuturnya.

 

Ivo Adi Prianto

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

four × two =