Pakis, Komoditas Sayur Andalan Desa Pekuncen

Pakis, Komoditas Sayur Andalan Desa Pekuncen

sayur pakis
sayur pakis

GEOGRAFIS Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Banyumas yang berada di lereng sebelah barat daya Gunung Slamet menguntungkan bagi kawasan setempat. Sebab, daerah dengan ketinggian antara 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga 1.200 mdpl tersebut sangat cocok untuk budidaya sayuran. Dari sekian banyak sayuran, pakis merupakan komoditas paling menjanjikan. Sebab tidak seluruh daerah mampu menghasilkan pakis, karena awalnya sayuran tersebut berasal dari hutan.

“Sayur jenis pakis awalnya memang berada di hutan. Dan sampai sekarang masih banyak di hutan yang berada  di atas Desa Pekuncen. Namun, oleh warga sayuran tersebut dibawa ke bawah dan dibudidayakan di pekarangan. Ternyata itu berhasil dibudidayakan. Di Desa Pekuncen, warga yang membudidayakan umumnya di Grumbul Kalimanggis. Mereka membudidayakan di pekarangan masing-masing,”tutur salah seorang tokoh pemuda Grumbul Kalimanggis, Kirno.

Menurutnya, dengan membudidayakan sayuran pakis tersebut, warga mendapat alternatif pendapatan. “Bahkan, sudah ada yang menggantungkan pendapatan dari sayuran pakis, selain mereka bertani padi. Sebab, hampir setiap hari mereka mampu panen pakis dengan menjual ke pasaran, bahkan ada yang memasok ke supermarket terbesar di Purwokerto,”jelasnya.

Sekdes Pekuncen Narsum memperlihatkan sayur pakis yang berada di lahan pekarangan
Sekdes Pekuncen Narsum memperlihatkan sayur pakis yang berada di lahan pekarangan

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Pekuncen Narsum. Dikatakan oleh Narsum, sebetulnya dengan budidaya pakis, masyarakat setempat memiliki alternatif penghasilan. “Saat ini saja, satu ikat yang jumlahnya sekitar 10 batang pakis, harganya di tingkat petani Rp1.000. Kalau saja 2-3 hari mampu 50 ikat sudah mendapatkan Rp50 ribu, bahkan jika sampai 100 ikat, petani mendapat penghasilan Rp100 ribu,”jelas Narsum.

pakis2
Tanaman pakis yang dibudidayakan warga di sekitar Bunton, Desa Pekuncen 

Warga setempat, khususnya di Grumbul Kalimanggis telah lama membudidayakan pakis. Mereka membudidayakan di sekitar pekarangan mereka. “Kalau secara keseluruhan, arealnya mencapai luasan 15-20 hektare (ha). Tetapi areal budidayanya tidak menyatu, karena tersebar di pekarangan-pekarangan milik warga,”ujarnya.

Dijelaskan oleh Narsum,  dari sekitar 600 kepala keluarga (KK) di Grumbul Kalimanggis, setengah di antaranya telah membudidayakan pakis. “Boleh dikatakan, pakis menjadi komoditas unggulan di Desa Pekuncen. Oleh karena itu, ke depan, warga juga akan terus didorong untuk membudidayakan pakis sebagai salah satu ikon komoditas di desa,”tambahnya. (#)

Sumber: http://pekuncen.desa.id/pakis-komoditas-sayur-andalan-desa-pekuncen-2/

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

15 + 13 =