Festival Banyumas Hijau Warnai Hari Pahlawan

Festival Banyumas Hijau Warnai Hari Pahlawan

CYMERA_20131110_105842

PURWOKERTO, PENA DESA – Memperingati Hari Pahlawan, sejumlah pegiat lingkungan di Banyumas menyelengarakan Festival Banyumas Hijau yang digelar di Taman Andangpangrengan Purwokerto Jawa Tengah, Minggu (10/11).

Ketua Komunitas Banyumas Hijaau, Hariawan Agung Wahyudi, mengatakan Festival Banyumas Hijau selain sebagai peringatan Hari Tata Ruang tanggal 8 Nopember, juga dilaksanakan pada Hari Pahlawan. Menurutnya, para penjaga kelestarian lingkungan juga pantas disebut Pahlawan.

“Momentum 10 Nopember kita pilih, karena banyak masyarakat Purwokerto, jasa sangat besar terhadap pelestarian lingkungan, namun tidak terekspos, dan mereka pantes menjadi Pahlawan lingkungan,” ucapnya disela-sela Festival Banyumas Hijau.

Menurut Hariawan, pemahaman masyarakat mengenai isu lingkungan masih sangat minim, sehingga ajang seperti ini diharapkan bisa meningkatkan kepedulian masyarkat terhadap upaya pelestraian lingkungan.

Sedikitnya ada 5 komunitas lingkungan yang ikut serta dalam Festival Banyumas Hijau ini. Mereka ini sangat konsen terhadap pelestarian lingkangan, dengan melakukan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.

Kegiatan Festival Banyumas Hijau ini diisi mulai dari pembersihan Kali Kranji, yang membelah di Kota Purwokerto, mencabuti paku yang ada di pohon, lomba mewarnai gambar dan lomba foto. “Pagi tadi ada puluhan pegiat lingkungan yang membersihkan Kali Kranji. Kita pilih Kali Kranji, karena sungainya paling kotor di Purwokerto. Selain itu juga dari awal bulan ini, kita mencabuti paku yang ada di pohon. Paku-paku ini ditanjapkan bersama papan iklan ilegal,” ungkap Heriawan.

Festival Banyumas Hijau ini dibuka oleh Bupati Banyumas Ahmad Husien. Sebelumnya Bupati bersepeda ontel dari Pendopo Banyumas ke Taman Andangpangrengan. Selain itu dilepas juga dua burung perkutut oleh Bupati Banyumas, yang menandakan upaya pelestarian burung di Banyumas. Setiap pengunjung Festival Banyumas Hijau ini mendapatkan tanaman, untuk ditanam di lingkungan rumah masing-masing.

Margino, 39 tahun, peserta dari Desa Melung mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai kampanye mencintai lingkungan. “Acara ini lebih mengkampanyekan Banyumas Hijau, sehingga tidak banyak aksi yang dilakukan,” ungkapnya saat acara tersebut berlangsung.

Ia mengatakan, di kegiatan itu ia membawa produk lokal dari desanya untuk dikenalkan kepada masyarakat. “Kami membawa sayuran, pupuk organik, buah, serta hasil pertanian lainnya,” kata dia menjelaskan.

Sedangkan Ivo Adiprianto, 27 tahun, peserta dari Komunitas Kinjeng memamerkan foto-foto kota Purwokerto dari atas udara. “Saya menggunakan pesawat remote control yang diberi nama Kinjeng,” katanya.

ESTIKO ADI SAPUTRO

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

15 − nine =