Mengangkat Keroncong Banyumas Melalui Safari Night Baturraden

Mengangkat Keroncong Banyumas Melalui Safari Night Baturraden

Festival Baturraden

Banyumas, Penadesa – Melalui Safari Night Baturraden yang merupakan rangkaian acara Festival Baturraden, beberapa pegiat wisata dan kebudayaan berusaha untuk mengangkat kembali citra Banyumas yang terkenal dengan Keroncongnya. Acara yang digelar di Bukit Bintang, Baturraden pada Sabtu malam (16/11) menampilkan tiga grup Orkes Keroncong dari Banyumas dan sekitarnya.

Tiga grup Orkes Keroncong tersebut adalah d’Sixty Nine (Cilacap), Gema Kencana (Banyumas), serta Biar Keroncong (Purwokerto). Ketiga grup tersebut tampil bergantian dengan durasi 30 menit per grup. Selain keroncong, ada beberapa tontonan lain seperti Wayang Cumplung dari Padepokan Cowong Sewu, penampilan beberapa band lokal, serta Live DJ.

Ari Satria (30), pengusaha swasta yang menonton acara Safari Night Baturraden mengungkapkan tentang ketertarikannya terhadap konsep acara tersebut. “Acaranya bagus dan menarik, hanya saja jika keroncong bisa digabung dengan musik lain, mungkin akan lebih meriah dan menarik,” ungkapnya disela-sela acara.

Sementara itu Nugroho Pandhu, atau Gogon (29), panitia acara Safari Night menjelaskan bahwa tujuannya lebih menonjolkan Orkes Keroncong adalah untuk mengangkat kembali citra keroncong di Banyumas. “Dulu Banyumas terkenal dengan musik keroncongnya. Hanya saja sekarang jarang ada even yang mengangkat Orkes Keroncong,” ungkapnya selesai acara.

Selain itu, Gogon juga mengungkapkan bahwa banyak grup keroncong yang unik di sekitar Banyumas, Cilacap, Purbalingga, serta Banjarnegara. “Banyak grup keroncong yang unik, serta langganan tampil di Solo Keroncong Festival,” jelasnya.

Gogon juga menambahkan bahwa ada satu grup orkes keroncong dari Purwokerto yang gagal tampil. “Ada satu grup orkes keroncong yang gagal tampil malam ini. Keroncong Mbelink dari Purwokerto gagal tampil pada acara malam ini,” tutupnya.

Estiko Aji Saputro

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fourteen − 1 =