Petani Bibit Tanaman Dawuhanwetan Masih Bergantung Makelar

Petani Bibit Tanaman Dawuhanwetan Masih Bergantung Makelar

Lahan pembibitan

Dawuhanwetan, Pena Desa – Desa Dawuhanwetan yang selama ini terkenal dengan desa sentra pembibitan tanaman ternyata masih bergantung pada makelar. Petani belum optimal dalam memasarkan sendiri bibitnya.  Pemerintah desa masih berupaya untuk mencari solusi terbaik untuk persoalan ini.

Upaya pemerintah desa untuk membantu pemasaran bibit dilakukan dengan mengikuti pamaren-pameran di luar kota. “Tujuannya untuk membantu petani memperluas jaringan dan menghubungkan langsung petani dengn pembeli,” kata Nasrul, 35 tahun, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Dawuhanwetan Kecamatan Kedungbanteng Banyumas, Ahad (24/11) saat ditemui di lahan pembibitan.

Ia mengatakan, pemerintah desa juga sedang mengupayakan adanya Pasar Bibit Tanaman bekerja sama dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pasar ini berfungsi untuk tempat pameran atau display bibit, standarisasi harga, inventarisasi stok bibit dan agar memutus jalur makelar.

Menurut dia, pemerintah desa menganggap adanya makelar mengakibatkan tidak adanya standar harga. “Petani tidak tahu harga jual langsung ke pembeli,” ujarnya.

Nasrul mengusulkan, agar timbul hubungan saling menguntungkan antara petani dan makelar, desa berinisiatif mengarahkan makelar menjadi petani bibit. Ia menambahkan, pemerintah desa bersedia mengupayakan permodalan bagi mereka. “Karena jika jalur makelar diputus makelar tidak mendapat penghasilan sedangkan makelar juga termasuk warga desa Dawuhanwetan,” kata dia menambahkan.

Ahmad Seafudin, 73 tahun, petani bibit mengatakan, proses pemasaran bibit saat ini, bisa dilakukan pembeli dengan cara datang langsung ke tempat petani. Selain itu, pembeli juga bisa memesan langsung bibit melalui melalui telepon atau melalui makelar. “Makelar ini berfungsi sebagai penghubung antara petani dan calon pembeli,” katanya.

Menurut Ahmad, adanya makelar justeru tidak merugikan petani. Sebab, kata dia, adanya makelar bisa menambah keuntungan karena semakin banyak pembeli.

Ivo Adiprianto

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

9 + nineteen =