Menikmati Keindahan Curug Gringging di Alasmalang

Menikmati Keindahan Curug Gringging di Alasmalang

Curug Gringging Alasmalang

Banyumas, Penadesa – Sejuk, damai, sepi, dan asri. Sedikit gambaran tentang suasana di Curug Gringging atau Curug Grinjing. Curug yang berlokasi di sebelah barat laut Desa Alasmalang Kecamatan Kemranjen ini, merupakan salah satu potensi wisata yang belum tergali. Keindahan Curug Gringging masih tersembunyi dibalik ketenaran wisata durian di desa tersebut.

Curug Gringging berada diantara perkebunan cengkeh milik warga dan perkebunan karet milik Perhutani. Lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga desa, menjadikan curug ini masih alami. Curug yang memiliki ketinggian sekitar 8 meter ini memiliki debit air yang tidak terlalu deras. Aliran airnya langsung jatuh, tidak merambat melalui dinding curug.

Tebing di sekitar curug terdiri dari batuan cadas dan tanah yang ditumbuhi tanaman liar. Dinding tebing yang sedikit cekung, serta dasar curug yang cukup luas, menjadikannya seperti kolam besar. Warna air sungainya sedikit cokelat muda, karena dasar sungai adalah batuan dan tanah. Sulur-sulur tanaman liar yang tumbuh di dinding curug membuat keindahan Curug Gringging semakin menawan.

Curug Gringging Alasmalang

Untuk bisa menikmati keindahan Curug Gringging, para pengunjung yang membawa kendaraan sendiri harus menitipkannya ke rumah-rumah warga di daerah dekat jalur masuk menuju curug. Sementara untuk pengunjung yang tidak membawa kendaraan sendiri, mereka bisa naik ojek dari jalan raya Wijahan menuju ke Grumbul Gringging dengan biaya sekitar Rp 6.000,- hingga Rp 8.000,-.

Untuk mencapai ke lokasi curug, pengunjung bisa menelusuri jalan tanah di perkebunan cengkeh milik warga sejauh 500 meter. Menuruni jalan tanah yang cukup licin saat musim penghujan, serta memiliki kemiringan hampir 70 derajat. Jalur menuju curug hampir tertutup rumput dan semak-semak yang tumbuh di sekitar jalan tersebut. Pengunjung juga harus sering berpegangan pada batang pohon agar tidak terpeleset dan jatuh.

Setelah menuruni jalan tanah di kebun cengkeh, aliran sungai kecil dari Curug Gringging akan menyambut pengunjung. Alirannya yang tidak deras dan juga dangkal, serta banyak bebatuan untuk pijakan, membuat pengunjung bisa dengan mudah menyeberangi sungai kecil tersebut.

Namun perjalanan menuju ke curug masih harus menempuh jalur melalui kebun singkong milik warga yang ditanam di lereng bukit perkebunan karet Perhutani. Dengan kemiringan sekitar 60 derajat, serta memiliki struktur tanah yang gembur, membuat pengunjung yang menggunakan sandal akan merasa licin. Tanah yang menempel pada alas kaki yang basah membuat kaki menjadi licin saat berjalan.

Setelah berjalan sekitar 50 meter, pengunjung bisa menuruni lereng kebun singkong menuju sungai yang berada di bawah curug, kemudian berjalan beberapa meter melintasi jalan bebatuan yang ditumbuhi semak liar. Sesampainya di Curug Gringging, pengunjung bisa melepas lelah dengan duduk di batuan yang ada di pinggir sungai. Atau bisa juga mandi di sungai bawah curug yang tidak terlalu dalam.

Sayangnya promosi dan pengelolaan curug ini masih sangat minim. Pemerintah desa dan masyarakat masih belum maksimal dalam mempromosikan Curug Gringging. Kesadaran masyarakat tentang potensi wisata alam dari curug ini masih minim. Sehingga pemanfaatan potensi Curug Gringging sebagai daya pikat wisatawan masih belum maksimal.

Selain itu, pengelolaan jalur menuju ke curug juga masih seadanya, mengandalkan jalan yang dibuat oleh warga sekitar yang biasa mencari kayu bakar dan memiliki kebun di sekitar curug. Sehingga keberadaan Curug Gringging masih tertutup oleh kepopuleran wisata durian yang selalu menjadi andalan masyarakat Desa Alasmalang.

Estiko Aji Saputro

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

5 × five =