Rembug Cablaka, Upaya Melestarikan Identitas Banyumasan

Rembug Cablaka, Upaya Melestarikan Identitas Banyumasan

rembug-cablaka

Purwokerto, Penadesa – Semakin banyaknya akun sosial media yang menggunakan identitas nama daerah Banyumas dan Purwokerto. Mendorong para pegiat sosial media dan komunitas di Kabupaten Banyumas, membentuk sebuah forum “Rembug Cablaka” pada Sabtu (1/2) petang kemarin.

Dengan dibentuknya forum ini diharapkan para pegiat sosial media dan komunitas, akan lebih peduli lagi untuk melestarikan dan mengangkat identitas banyumasan. “Para pegiat sosial media dan komunitas di Banyumas, seharusnya bisa lebih masif lagi dalam mengangkat identitas banyumasan,” ungkap Wiwit Yuni(28), pemerhati wisata dan budaya Banyumas yang juga menjadi admin akun twitter @banyumase.

Wiwit juga menyayangkan kabar akan ditutupnya majalah berbahasa Banyumas, “Ancas” yang terancam tidak terbit lagi lantaran kurang laku di pasar. “Sayang kalau harus ditutup, harusnya ada langkah-langkah lain yang bisa diambil untuk memperluas jaringan sirkulasinya”.

Upaya untuk melestarikan dan mengangkat budaya banyumasan, juga dilakukan oleh komunitas Blankon Banyumas. Komunitas ini mengembangkan sistem operasi komputer berbasis open source, dimana bahasa interface nya menggunakan bahasa banyumasan. “Blankon Banyumas baru saja merilis sistem operasi komputer berbahasa banyumas versi 8,” ungkap Prianton Subardio(23) salah satu pegiat Blankon Banyumas.

Tapi menurut Prianton, sistem operasi komputer berbahasa banyumasan ini, masih belum populer di kalangan masyarakat Banyumas. “Masyarakat Banyumas masih banyak yang belum tertarik menggunakannya, padahal daerah lain justeru meminta kami untuk membantu membuatkan,” tambahnya.

Dengan adanya forum “Rembug Cablaka” ini. Para pegiat sosial media dan komunitas di Banyumas, mengharapkan upaya yang lebih masif lagi, dalam melestarikan dan mengangkat identitas banyumasan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

18 + 13 =