AJI Purwokerto Gelar Pelatihan Jurnalisme Warga

AJI Purwokerto Gelar Pelatihan Jurnalisme Warga

AJI Kota Purwokerto

PURWOKERTO, Penadesa – Aliansi Jurnalis Independen Persiapan Kota Purwokerto akan menggelar pelatihan jurnalistik untuk pemuda desa. Selain memperkenalkan dunia jurnalistik, peserta yang rata-rata masih muda ini juga akan belajar tentang pembuatan media online. Pelatihan tersebut akan digelar pada Sabtu-Minggu (15-16/2)

“Informasi kini bukan milik eksklusif awak media mainstream,” kata Sekretaris AJI Indonesia, Suwarjono, Rabu (12/2).

Ia mengatakan, perlahan namun pasti, telah terjadi pergeseran yang sangat besar bagaimana masyarakat mengakses informasi. Tidak hanya menjadi penikmat pasif, namun turut aktif memberikan informasi, bahkan menjadi bagian dari informasi yang berkembang di berbagai media.

Masih menurut Suwarjono, kerja-kerja jurnalistik kini tidak hanya dilakukan oleh awak media umum, namun masyarakat turut aktif melakukan pencarian hingga penyebaran informasi ke publik.  Masyarakat telah menjadi produsen dan juga konsumen informasi.

Menurut dia, media online tumbuh bersama dengan media sosial dan saling membesarkan keberadaan mereka masing-masing. “Informasi bisa datang dari mana saja,” katanya.

Ketua AJI Persiapan Kota Purwokerto, Aris Andrianto mengatakan, pelatihan new media untuk jurnalis warga tersebut sekaligus menjadi peringatan satu tahun berdirinya AJI Purwokerto. “Kami ingin mengajak lebih banyak lagi warga untuk menjadi bagian dari arus informasi ini,” katanya.

Menurut dia, saat ini produksi informasi bukan hanya menjadi monopoli media umum. Tapi, kata dia, masyarakat umum pun bisa memproduksi informasi seperti yang dilakukan oleh media umum.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan tersebut masyarakat bisa menjadi produsen berita dengan tetap berpegang teguh pada kaidah jurnalistik. “Mengabarkan informasi harus tetap menggunakan kaidah dank ode etik yang ada,” kata dia menambahkan.

Menurut dia, AJI Purwokerto saat ini sedang mencoba membangun budaya literasi dengan pewarta warga desa. Merekalah yang selama ini aktif menulis di website desa masing-masing.

Yudi Setiyadi, 24 tahun, Koordinator Sanggar Pena Desa mengatakan, dengan menjadi produsen informasi, masyarakat diharapkan mampu memiliki sikap kritis pada informasi-informasi yang mereka konsumsi dari media. “Termasuk menjadi pengawas pembangunan di desanya,” kata Yudi yang sudah lebih dari setahun ini, aktif menjadi pewarta warga. Ia kini rajin membuat berita untuk website desanya keniten.desa.id.

Ia mengatakan, salah satu wilayah yang sudah terbangun dan memanfatkan media online adalah sejumlah desa di Purwokerto, Banyumas dan sekitarnya. Melalui Desa Membangun dan Pena Desa, AJI Purwokerto turut memberikan kontribusi dan mendorong munculnya jurnalis-jurnalis warga desa dan memanfaatkannya untuk portal/website desa mereka.

Pelatihan akan diisi dengan pengenalan menulis berita,pemahaman rambu-rambu dan kebijakan/regulasi media online serta kode etik kepada pewarta warga. Peserta kegiatan ini adalah para pewarta warga dari desa-desa di lima kabupaten, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara dan Brebes.

Tim Pena Desa

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

one × three =