Jamu Herbal Jarimin, Racikan Kesetiaan dan Kesehatan

Jamu Herbal Jarimin, Racikan Kesetiaan dan Kesehatan

Jarimin(84) yang sedang melayani pembeli jamunya

Jarimin(84) yang sedang melayani pembeli jamunya
Jarimin(84) yang sedang melayani pembeli jamunya

SUMAMPIR, Pena Desa – KAKEK renta itu masih setia memikul kotak-kotak berisi jamu-jamu racikannya. Langkah kaki yang tak sekuat dulu serta beratnya beban yang dipikul tak sedikitpun menyurutkan langkahnya menelusuri jalan menuju pasar .

Hidup merupakan sebuah tantangan bagi siapa yang menjalaninya. Tak kenal lelah, putus asa, dan terus maju. Seperti itulah yang dilakukan oleh Jarimin (84), seorang penjual dan pembuat jamu tradisional yang tinggal di Rt 04/01 Desa Sumampir. Satu-satunya pembuat jamu tradisional yang ada di desa yang terkenal dengan jajan pasarnya ini. Usia yang semakin lanjut bukan halangan baginya untuk tetap bekerja menghidupi keluarganya.

Pekerjaan membuat dan menjual jamu ini telah ditekuninya selama 29 tahun. Sejak 1985 sampai sekarang ia masih setia meracik jamu-jamu dari tumbuhan herbal yang ada di sekitarnya. Ilmu ini ia peroleh ketika bekerja di toko jamu saat remaja dulu.

“Ilmu membuat jamu tradisional ini saya dapat waktu masih kerja di toko jamu saat masih remaja. Dari sana saya jadi tahu tanaman apa saja yang berkhasiat untuk di buat menjadi obat,” ungkap Jarimin, Bapak dari tiga orang anak ini.

Ia mengaku, toko jamu tempatnya bekerja hanya memberi upah Rp 1. Uang sekecil itu sudah cukup untuk membayar kos, makan dan menabung.

“Untuk makan lima kethip, bayar kost setali, sisa setali di simpan. Saya fikir ngga apa-apalah, hitung-hitung belajar membuat jamu,” imbuhnya sembari melinting tembakaunya, teman setianya menunggu jamu-jamu racikannya laku.

Selepas dari toko, ia menjual sendiri jamu-jamu hasil racikannya di pasar-pasar. Jamu yang dproduksinya ada dua jenis, yaitu jamu godog dan jamu serbuk. Untuk jamu godog di jual dengan harga Rp 7000 per bungkus sedangkan jamu serbuk di jual Rp 1000 per bungkus. Meski dengan hasil yang tak seberapa, ia tetap semangat menjalani pekerjaannya ini.

Setiap pasaran di desa tiba, Kakek lima orang cucu ini sudah siap dengan segala peralatan dagangannya. Untuk sampai kepasar, ia harus menempuh perjalanan sejauh lebih dari 600 meter. Jarak yang lumayan membuat keringat untuk orang tua dengan beban berat di pundaknya.

“Setiap pasaran, bapak berangkat pagi-pagi. Jam setengah enam sudah siap untuk berangkat ke pasar. Meskipun ada kendaraan tapi ia tidak mau di antar. Lebih enak jalan kaki katanya,” kata Mukhlis (33), putra bungsu dari Jarimin.

Pelanggan jamu Jarimin, sebutan untuk jamu hasil racikan Jarimin rata-rata adalah para ibu-ibu yang habis melahirkan. Jamu Jarimin dikenal dapat membuat badan kembali segar setelah melahirkan. Seperti yang di ungkapkan oleh Utami Erowati (37) salah satu pelanggan setia jamu Jarimin.

“Sejak anak pertama sampai ke tiga ini saya selalu mengkonsumsi jamu Jarimin. Dulu ibu saya sewaktu habis melahirkan juga mengkonsumsi jamu Jarimin ini. Badan kembali segar setelah minum jamu ini,” ungkap Utami sembari menunjukan jamu yang sudah siap untuk di konsumsi.

Sainem (72) , sang istri dengan setia membantu Jarimin mengolah tanaman yang akan diraciknya. Setiap hari ibu dua orang anak ini bertugas memetik tanaman-tanaman yang akan digunakan sebagai jamu. Tanaman yang digunakan antara lain daun mahkota dewa, temu lawak, daun gingseng jawa, kunyit, lempuyang, dan tanaman herbal lainnya. Untuk membuat jamu tradisional ini cukup sederhana.

“Untuk membuat tanaman ini menjadi jamu, pertama-tama tanaman di petik kemudian dijemur sampai kering, lalu ditumbuk, di aduk disaring kemudian di kemas,”jelas Sainem sembari memetik daun kumis kucing yang akan di gunkanannya.

Setiap hal selalu menyisakan permasalahan, begitu juga dengan yang dialami Jarimin. Kurangnya modal dan semakin sulitnya mencari bahan baku untuk membuat jamu membuatnya ksulitan mengembangkan usahanya ini.

(Ina Farida)

Sumber : http://sumampir.penadesa.or.id/2014/04/29/jamu-herbal-jarimin-racikan-kesetiaan-dan-kesehatan/

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

8 − three =