Penjualan Produk UMKM Terkendala Pengemasan

Penjualan Produk UMKM Terkendala Pengemasan

Bupati Purbalingga sedang melihat hasil karya UMKM di Aula Kecamatan Pengadegan
Bupati Purbalingga sedang melihat hasil karya UMKM di Aula Kecamatan Pengadegan

PURBALINGGA, Pena Desa – Kemasan produk yang kurang menarik menjadi kendala yang kerap dialami oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di setiap daerah. Meskipun produknya bervariasi, mereka cenderung tidak memperhatikan proses pengemasan dan merek dagang.

Pelaku UMKM Hira Rajut Kalikajar, Prapti Yari, mengatakan, pengemasan yang dilakukan oleh para pelaku UMKM masih seadanya. Padahal, kemasan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh pembeli.

“Hal itu, mengurangi minat untuk membeli produk UMKM. Kami mohon dinas terkait dapat memberikan pendampingan soal packaging produk ini,” ungkap Prapti pada Roadshow Kewirausahaan bagi pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Pengadegan, Kaligondang dan Rembang di Aula Kecamatan Pengadegan, Purbalingga, Kamis (16/10).

Menurut dia, selain masalah pengemasan, pelaku menghadapi masalah permodalan dan pemasaran. Menanggapi hal ini, Kepala Bidang UMKM Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Purbalingga, Gatot Budi Raharjo mengaku telah mengagendakan kegiatan memfasilitasi packaging bagi UMKM. Rencana itu diperkirakan terealisasi pada tahun 2015.

“Bentuknya bisa pelatihan, bantuan alat dan lain-lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Apa yang dibutuhkan oleh UMKM, kami upayakan dapat difasilitasi,” katanya. Gatot mengungkapkan, roadshow kewirausahaan ini bertujuan untuk menampung aspirasi pelaku UMKM. Pasalnya, Kabupaten Purbalingga tengah berhasrat untuk mewujudkan “Purbalingga EMAS (Ekonomi Maju, Manajemen yang baik, Aman, dan Sejahtera)” dan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Lewat kegiatan ini, Pemkab berharap dapat memotivasi jiwa kewirausahaan para pelaku UMKM.

Sementara itu, Bupati Purbalingga, Sukento Ridho Marhaendrianto mengatakan, masalah kesulitan permodalan yang sering dialami bukanlah alasan yang tepat untuk menggunakan fasilitas yang diberikan oleh “bank kloyong”. Pelaku UMKM disarankan untuk memanfaatkan layanan kredit perbankan yang dikelola Pemkab maupun bank mitra Pemkab.

“Tolong yang kesulitan permodalan, dapat menghubungi RT setempat, karena selama ini RT juga diberikan dana RT yang dapat digunakan untuk penambahan modal usaha,” jelasnya.

Ina Farida

Sumber : http://sumampir.penadesa.or.id

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

16 + six =