Krisis Air, Petani di Desa Kedungbenda Swadaya Bangun Tanggul

Krisis Air, Petani di Desa Kedungbenda Swadaya Bangun Tanggul

tanggul yang dibuat secara swadaya oleh petani di desa Kedungbenda, Nusawungu, Cilacap
tanggul yang dibuat secara swadaya oleh petani di desa Kedungbenda, Nusawungu, Cilacap

CILACAP, Pena Desa – Musim kemarau kali ini berdampak pada krisis air yang dialami oleh masyarakat di desa Kedungbenda, Nusawungu, Cilacap. Para petani di desa Kedungbenda harus mengeluarkan biaya mahal untuk bisa mengairi sawah mereka. Saat akan mulai ‘tandur’, para petani harus mengeluarkan biaya sedot air sebesar 15 ribu rupiah setiap jamnya.

“Saya biasanya sekali nyedot habis dua ratus ribu rupiah dan sudah nyedot lebih dari tiga kali, dari sejak mau tanam sampai selesai tanam,” Ungkap Tato (60), menceritakan kesulitan yang dihadapinya dan para petani di desanya, Selasa (14/07).

Menghadapi kesulitan seperti ini, para petani berinisiatif membuat tanggul secara swadaya. Namun tanggul hasil gotong-royong yang dibuat oleh masyarakat tidak bisa selesai karena keterbatasan alat dan tenaga. Alat berat pun didatangkan secara swadaya oleh masyarakat untuk membuat tanggul yang lebih baik.

Paimun (55), kepala dusun di desa Kedungbenda, menyampaikan bahwa biaya mendatangkan alat berat ini mencapai lebih dari 8 juta rupiah. “Biaya mendatangkan dorser lebih dari 8 juta rupiah. Semuanya ditanggung secara swadaya oleh masyarakat yang memiliki sawah, per seratus ubinnya dibebankan 30 ribu rupiah,” tutur Paimun.

Paimun menjelaskan bahwa mahalnya biaya dorser itu dikarenakan jasa angkutnya sangat mahal, menghabiskan 4 juta rupiah untuk jasa angkutnya. Sedangkan biaya sewa dorsernya per jamnya 160 ribu rupiah, dengan solar dari pihak penyewa yang menyediakannya.

“Perjam nya menghabiskan solar 20 liter. Uang makan untuk operatornya perhari 130 ribu rupiah. Jauh dekat hitungannya tetap empat hari,” tambahnya.

Sungai yang ditanggul adalah sungai Bodo Barat dan sungai Bodo Tengah. Dari hasil pembuatan tanggul ini tidak hanya Bodo saja yang teraliri air, Kedungbenda, Kringding, Api-api, bahkan Klumprit pun ikut teraliri. Hampir semua sawah bisa teraliri air, terutama yang sawahnya berada di daerah sekitar bendungan dan yang sawahnya memang berada di lokasi yang rendah.

Nanas / Nusawungu

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 × 2 =