Ekowisata Sebagai Upaya Konservasi Budaya dan DAS

Ekowisata Sebagai Upaya Konservasi Budaya dan DAS

sumber foto : sumampir.penadesa.or.id
Wisata curug kali karang di Rembang, Purbalingga. sumber foto : sumampir.penadesa.or.id

BANJARNEGARA, PenaDesa – Konsep pengembangan ekowisata berbasis sungai menjadi salah satu isu menarik yang dibahas pada Kongres Sungai Indonesia 2015. Ekowisata dianggap bisa menjadi gagasan dalam upaya konservasi budaya dan DAS (Daerah Aliran Sungai). Mengembangkan ekowisata berbasis sungai berarti harus bisa menjaga kelestarian DAS dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pelestarian sungai.

Prof. Dr. M Baiquni, MA mengatakan bahwa pengembangan ekowisata sungai sangat bergantung pada kelestarian sungai itu sendiri. “Wisata arung jeram tidak akan berkembang jika debit air sungai terus berkurang, karena itu masyarakat harus menjaganya,” ungkap profesor dari UGM ini pada sidang komisi IV, kamis (27/08).

Selain menjaga kelestarian sungai, ekowisata juga harus bisa melibatkan masyarakat dan komunitas di sekitar sungai. Dengan begitu masyarakat akan sama-sama peduli dan menjaga daerah aliran sungai.

Upaya pengembangan ekowisata selama ini sering terkendala dengan perijinan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jika sungai atau hutan yang akan dikembangkan sebagai ekowisata masuk wilayah hutan negara. Namun banyak masyarakat yang sering keliru sehingga dalam hal perijinan selalu menganggap Perum Perhutani yang memiliki wewenang.

“Perhutani tidak bisa berbuat banyak dalam hal penggunaan area hutan, karena itu kewenangan di Kementerian Kehutanan,” ungkap Dr. Ir. Mustoha Iskandar, direktur utama Perum Perhutani, saat berdiskusi dengan peserta kongres pada sidang komisi IV.

Perhutani memiliki komitmen besar dalam pengembangan ekowisata, kerjasama dengan berbagai pihak dan masyarakat sekitar hutan selama ini sudah dilakukan Perhutani di berbagai daerah. Jaminan bisa menjaga kelestarian hutan menjadi salah satu syarat jika ingin bekerjasama dengan Perhutani.

“Asal berani berkomitmen menjaga kemanan hutan, maka kita akan ajak kerjasama,” kata Muhammad Iskandar.

Mengembangkan ekowisata berbasis sungai harus dilakukan dengan komitmen menjaga kelestarian sungai dan daerah aliran sungai. Dengan begitu ekowisata akan terus berkembang dan berkelanjutan.

Yudi Setiyadi

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

5 × one =