Lada Perdu, Peluang Investasi Rumahan Bernilai Ekonomi Tinggi

Lada Perdu, Peluang Investasi Rumahan Bernilai Ekonomi Tinggi

Buah lada perdu siap panen yang ditanam di pekarangan rumah Isma'un (36), warga Desa Keniten, Kedungbanteng, Banyumas.
Buah lada perdu siap panen yang ditanam di pekarangan rumah Isma’un (36), warga Desa Keniten, Kedungbanteng, Banyumas.

Pena Desa – Budidaya lada atau merica saat ini tidak lagi harus dilakukan dengan lahan yang luas, kini tanaman lada bisa dibudidayakan dengan lahan sempit di sekitar rumah. Warga Desa Keniten, Kedungbanteng, Banyumas, kini banyak yang telah membudidayakan lada perdu. Lada perdu cukup ditanam di dalam polybag, yang bisa ditaruh di pekarangan rumah.

Berbeda dengan tanaman lada pada umumnya yang tumbuh merambat pada tiang atau pohon, lada perdu tidak membutuhkan rambatan dan tumbuh pendek dengan tinggi tanaman kurang dari satu meter. Selain perawatan yang mudah, harga lada yang cukup tinggi di pasaran menjadikan banyak orang tertarik untuk membudidayakannya.

Isma’un (36), warga Desa Keniten, kini telah memiliki ratusan polybag berisi tanaman lada perdu yang ditaruh di sekitar rumahnya. Berawal dari iseng ingin mencoba menanam, kini dia telah merasakan panen lada yang dia tanam di pekarangan rumahnya, walaupun menurutnya hasilnya belum banyak.

“Hasil panennya lumayan, sekarang saya tidak lagi membeli merica di pasar untuk kebutuhan dapur. Saya ingin mengembangkannya lebih banyak lagi agar hasilnya juga bisa saya jual,” tutur Ma’un sapaan akrabnya, ketika ditemui di rumahnya, kamis (17/09).

Selain untuk ditanam sendiri, Ma’un juga menjual tanaman lada perdu jika ada pembeli yang datang ke rumahnya. Budidaya lada perdu kini menjadi pekerjaan sampingan baginya, sehari-harinya Ma’un adalah pedagang di pasar.

“Kemarin ada yang datang ke sini untuk membeli lada perdu dalam jumlah banyak, tapi saya minta menunggu dulu karena belum banyak yang siap jual,” ungkap Ma’un.

Budidaya tanaman lada perdu sebenarnya cukup mudah, lada perdu dikembangbiakan dengan cara stek batang tanaman. Namun butuh ketelatenan ketika awal menanamnya, stek batang tanaman harus dikerubung (ditutup dengan plastik) selama 21 sampai 30 hari hingga tumbuh akar. Setelah itu baru dipindah pada wadah yang lebih besar, perawatannya cukup dengan penyiraman dan pemupukan yang intensif.

Peluang yang cukup menjanjikan dari budidaya lada perdu menjadikan banyak warga Desa Keniten tertarik membudidayakannya. Selain harga lada yang tinggi di pasaran, tanaman lada perdu juga bisa dijadikan tanaman hias di halaman atau teras rumah.

“Hasilnya memang belum banyak, tapi menyenangkan kalo ditaruh di depan rumah, buahnya banyak dan pohonnya ijo royo-royo,” tutur Sutrio, warga Desa Keniten yang menanam lada perdu di halaman rumahnya.

Budidaya lada perdu bisa dilakukan dengan lahan yang sempit di sekitar rumah. Jika ingin membudidayakannya dengan serius, lada perdu bisa menjadi peluang investasi rumahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Yudi Setiyadi

Inilah vide budidaya lada perdu :

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

19 − four =