Kirab Jenderal Soedirman Cup 2016

Kirab Jenderal Soedirman Cup 2016

Iring-iringan prajurit TNI yang membawa replika Piala Jenderal Soedirman (Foto : Fanandi Amin)
Iring-iringan prajurit TNI yang membawa replika Piala Jenderal Soedirman (Foto : Fanandi Amin)

Pena Desa – Ribuan masyarakat berkumpul di lapangan Monumen tempat kelahiran Jenderal Soedirman di Desa Bantarbarang, Rembang Purbalingga (21/1).  Mereka ingin menyaksikan dari dekat replika piala kompetisi sepakbola Jenderal Soedirman Cup 2016.

“Untuk wilayah Purbalingga dimulai dari Monumen tempat lahir Jenderal Soedirman hingga ke Jompo, setelah itu diserahkan ke Banyumas, dari Banyumas diserahkan ke Cilacap, kemudian ke Jawa Barat dan selanjutnya ke GBK,” kata Komandan Komando Resor Militer (Korem) 071/Wijayakusuma Kolonel Inf. Dwi Wahyu Winarto, sewaktu upacara pembukaan kirab.

Menurut dia, titik awal mula pelaksanaan kirab dilakukan di Rembang guna memperkenalkan tanah kelahiran Panglima Besar Jenderal Soedirman yang merupakan Pahlawan kemerdekaan.

Kirab diikuti oleh para tim prajurit TNI diikuti oleh pelajar, masyarakat, dan organisasi masyarakat. Kirab diharapkan selesai tanggal 24 Januari 2016, saat pelaksanaan Final Jendral Soedirman Cup 2016 dan juga bertepatan dengan 100 tahun hari lahir Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Penyambutan trofi yang akan diperebutkan pada final Indonesia Championship Jenderal Soedirman Cup 2016 ditandai dengan penyerahan Piala Jenderal Soedirman dari Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Agus Sutomo kepada Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi yang dilanjutkan dengan Salawat bersama Habib Luthfi bin Yahya dan pentas Wayang dengan dalang Ki Entus Susmono, Rabu (20/1).

“Penyelenggaraan Piala Soedirman dilaksanakan atas kebijakan Presiden RI agar diadakan tournament sepak bola untuk memajukan sepak bola Indonesia yang saat ini sedang mengalami evaluasi,” Katanya sewaktu melakukan penyerahan piala.

Piala Jenderal Soedirman ini, sambung dia, menjadi wujud penghargaan terhadap jasa-jasa pahlawan sekaligus untuk menjadi momentum yang paling pas agar sepak bola Indonesia menjadi lebih baik dan berkualitas.

Pelaksanaan kirab yang dilakukan di tanah kelahiran Jenderal Soedriman menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kecamatan Rembang.

“Senang sekali, semoga Kecamatan Rembang semakin terkenal dan Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman mendapat perhatian lebih untuk diperbaiki kedepannya,” Ungkap Melinda Dyah, sewaktu menonton kirab.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah satu peserta kirab.
“Bangga bisa mengikuti kirab. Semoga sepakbola Indonesia semakin maju. Tapi di sisi lain miris karena fasilitas olahraga di desa-desa sangat minim. Lapangan yang tidak layak untuk bermain sepak bola dan kurangnya perawatan,” ungkap Farid Prayunan, salah satu peserta kirab dari organisasi masyarakat.

Ina Farida

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

5 + five =